Senin, 10 Mei 2010

pmw padi


PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

PELUANG USAHA TANI PADI
VAREITAS IR 48
(Oryza Sativa L)

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)

Ketua : Eko Purnomo (A3207269)
Anggota : (A3207153)
(A3207264)


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2010


HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIFIVITAS MAHASISWA


1. Judul Kegiatan : PELUANG USAHA TANI KEDELAI EDAMAME (Glycine max L. Merill)

2. Bidang kegiatan : Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)

3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama lengkap : Muhammad Hanaki
b. NRP/ NIM : A3207269
c. Jurusan : Produksi Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Jember

4. Angota Pelaksana Kegiatan : 2 (dua) orang

5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Muqwin Asyim R.A, MP
b. NIP : 131683091

6. Biaya Kegiatan Total :
a. DIKTI : Rp. 10.000.000,-
b. Sumber lain : -

7. Jangka Waktu Pelaksanaan : Oktober-Desember 2009



Menyetujui, Ketua Pelaksana Kegiatan
Ketua Jurusan Produksi Pertanian



Ir.Suwardi, MP Muhammad Hanaki
NIP.131898336 NIM. A3207269



Pembantu Direktur Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan



Ir.Bambang Poerwanto Ir. Muqwin Asyim R.A, MP
NIP.13187716 NIP. 131683091
A. JUDUL PROGRAM
Peluang Usaha Tani Padi Vareitas Ir 48 (Oryza Sativa L)

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. Dengan iklim, suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok, maka hampir seluruh tanaman pangan pokok tersebut (biji-bijian, umbi-umbian dan kacang-kacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman Padi (Oryza Sativa L)
Padi merupakan salah satu mata dagangan yang pasokannya di Indonesia semakin cenderung tidak dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sendiri. Sekalipun dapat ditanam dengan cara yang paling sederhana sekalipun, produktivitas dan produksinya dalam negeri hampir tidak mungkin dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Karena padi merupkan sumber makanan pokok bagi penduduk indonesia.
Oleh karena itu, dalam dekade terakhir, untuk dapat memenuhi permintaan nasional yang cenderung terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, pemerintah melakukan kebijakan dengan mengimpor beras dari luar negeri sdengan sekala yang tidak kecil.
Besarnya impor beras tersebut merupakan salah satu indikator betapa besar kebutuhan padi untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Kegunaan padi untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah untuk memasok kebutuhan pokok pangan nasional.
Padi yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: yaitu padi ketan dan padi biasa. Padi ketan merupakan padi yang hasilnya bijinya berbeda dengan padi biasanya digunakan sebagai bahan pangan (nasi) yaitu warnanya lebih putih dan tidak bening, jika dimasak nasinya akan lebih punal dan lengket. Padi ketan biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan jajanan atau makanan kue dan sebagai tepung.
Sedangkan padi biasa adalah padi yang sering kita jumpai yang di tanam oleh petani, padi yang bijinya sebagai bahan makanan utama penduduk indonesia yaitu nasi. Jenis ini terdapat banyak varietas yang telah dikembangkan diantaranya IR 48, IR 64, IR65, IR 4 dll. Diantara varietas tersebut varietas IR 74 merupkan varietas yang lebih memiliki keunggulan diantara varietas lainnya yaitu memiliki umur panen yang cukup cepat yaitu antara 110 - 115 hari, produksi 4,5 - 6 ton/ha, rasa nasi enak, tahan wereng coklat tipe 1 dan 2, tahan bulai, tahan wereng hijau dan virus tungro.

C. RUMUSAN MASALAH
Di Indonesia, padi merupakan tanaman yang menjadi bahan makan pokok oleh karena itu banyak pengembangan ilmu pengetahuan tentang padi untuk menciptakan padi yang unngul sebagai salah satu proses untuk memenuhi kebutuhan pangan. Karena saat ini kebutuhan akan padi lebih besar dibanding produksi padi bahkan negara akhir akhir ini juga melakukan impor beras dari luar negeri.
Padi merupakan tumbuhan serbaguna. Selain sebagai bahan makanan utama padi juga dimanfaatkan untuk yang lainnya. Setelah menjadi beras padi juga dapat diolah sebagai tepung sebagai bahan dasar pembuatan kue atau jajanan dan batang tanamannya setelah dipanen juga dapat dijadikan jerami bedengan, pakan ternak dan puouk organik.
Pemanfaatan utama padi adalah dari biji. Biji padi kaya karbohidrat dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain.
Olahan padi dapat dibuat menjadi :
1. Nasi sebagai bahan makanan sehari hari
2. Tepung terigu sebagai bahan pembuatan makanan kue dan jajanan
3. Tape




D. TUJUAN
1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam berwirausaha dan dalam hal pemanfaatan peluang usaha yang ada;
2. Sebagai bekal ilmu pengetahuan, baik dalam hal teknis budidaya maupun dalam hal melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Budidaya tanaman padi akan memberikan peluang usaha bagi para Mahasiswa yang berminat untuk berusaha tani tanaman padi;
2. Dengan adanya proyek ini, diharapkan Mahasiswa dapat meningkatkan potensi untuk menjadi wirausahawan yang mandiri, sehingga nantinya Mahasiswa mempunyai semangat untuk berwirausaha di kemudian hari.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman Mahasiswa dalam berwirausaha dan dalam hal pemanfaatan peluang usaha yang ada khususnya usaha tani kedelai edamame.

G. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini dilaksanakan pada bulan Oktober–Desember 2010 dan bertempat di lahan Politeknik Negeri Jember dengan luasan 0,5 Ha.
Prosedur Pelaksanaan :
1. Penyiapan Lahan
Waktu pengolahan lahan sebaiknya dilakukan minimal 4 minggu sebelum tanam dengan pembajakan, garu dan perataan tanah. Sebelum dolah tanah digenangi air selama 1 minggu.

2. Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah 25 cm x 25 cm, penanaman dilakukan pada lahan dengan kondisi yang tidak tergenang yaitu (nyemek nyemek). Bibit ditanam 2-3 batang perlubang tanam.
3. Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk organik berupa pupuk kandang atu pupuk hijau. Sedangkan pupuk kimia menggunakan urea 200 kg/ha, sp18 150 – 200 kg/ha dan kcl 75-100 kg/ha. Pupuk urea diberikan 3 kali yaitu pada umur 14 HST, 30 HST dan primordia bunga. Sedangkan pupuk SP18 dan Kcl diberikan saat umur 14HST.
4. Penyiangan
Penyiangan rumput dilakukan selama kurang lebih 3-5 kali tergantung tingkat pertumbuhan gulmanya, yaitu mulai padi berumur 14HST sampai padi siap panen.
5. Pengairan
Pengairan dilakukan pada usia 3HST dengan pemberian air yang tidak terlalu banyak (nyemek nyemek), pada usia 10 HST padi digenangi setinggi 2-5 cm, 11hst sampai menjelang panen air pada petakan dibiarkan mengering sendiri 5-6 hari setelah itu diairi lagi setinggi 5 cm dan kemudian dibiarkan mengering lagi. Pada fase berbunga padi diairi terus menerus.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama hama yang menyerang tanaman padi adalah hama putih yang mengakibatkan tanaman menjadi gundul, penanggulangannya dapat dilakukan dengan pengaturan air yang baik dan hama wereng coklat yang dapat menyebabkan tanaman seperti terbakar, pengendaliannya dapat dilakukan secara kimiawi atau organik
7. Panen dan Pasca Panen
Waktu panen
Padi siap panen pada saat usia 30-40 hari setelah bunga merata jika terlambat pemanenan maka akan mengurangi produksi karena biji akan tercecer dibawah. Panen dilakukan bila mencapai minimal 80% gabah menguning dan tangkai buah sudah merunduk dengan kadar air gabah sejitar 23- 25 %. Panen dilakukan dengan cara memotong batang menggunakan sabit.
Perontokan
Perontokan dilakukan dengan cara penggeblokan atau dengan cara dores dengan mesin. Perontokan dengan mesin memiliki kelbihan yaitu bulir padi yang terpisah dari tangkainya lebih banyak dan sedikit yang tersisa pada tangkai.
Pembersihan
Pembersihan dilakukan untuk membersihkan semua benda benda yang tercampur pada gabah hasil panen. Pembersihan gabah dilakukan dengan cara ditampi atau dengan bantuan blower, agar benda yang tercampur dapat terpisahkan dari gabah.
Pengeringan
Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur atau dengan cara mesin pengering dengan ditaruh pada tempat pengering dengan ketebalan 5-7 cm. Penjemuran dilakukan pada lantai jemur. Saat penjemuran dilakukan pembalikan gabah setiap 2 jam sekalai untuk mencegah keretakan pada bulir gabah











K. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA

1. Ketua pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhammad Hanaki
b. NIM : A3207269
c. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
d. Waktu untuk kegiatan PMW : Oktober - Desember 2009

2. Anggota pelaksana
a. Nama Lengkap : Ferry Anggriawan
b. NIM : A3207153
c. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
d. Waktu untuk kegiatan PMW : Oktober - Desember 2009

3. Anggota pelaksana
a. Nama Lengkap : Mohammad Rianto
b. NIM : A3207264
c. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
d. Waktu untuk kegiatan PMW : Oktober - Desember 2009





L. BIODATA DOSEN PENDAMPING
1. Nama lengkap dan Gelar : Ir. Muqwin Asyim R. A, MP
2. Pangkat/Golongan dan NIP : Pembina IV a / 131683091
3. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
4. Jabatan Struktural : -
5. Fakultas/Program Studi : Produksi Pertanian
6. Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Jember
7. Bidang Keahlian : Tanaman Hortikultura; Palawija; Padi
8. Waktu untuk Kegiatan PMW : Oktober - Desember 2009










M. BIAYA KEGIATAN
No Uraian Kegiatan Volume Satuan Harga per satuan (Rp) Total Harga(Rp)
1. Penyewaan lahan 0,4 Ha 1000.000,- 1.000.000,-
2. Pengolahan tanah :
a. Pembajakan
b. Penggaruan
c. Perataan tanah
0,4
0,4
0,4

Ha
Ha
Ha

200.000,-
200.000,-
200.000,-
200.000,-
200.000,-
200.000,-
2. Tanam dan Pemeliharaan :
a. Penanaman
b. Pemupukan
c. Penyiangan
d. Perontokan
0,4
0,4
0,4
0,4
Ha
Kali
Kali
Hari

100.000,-
50.000,-
50.000,-
100.000,-

100.000,-
150.000,-
150.000,-
100.000,-
3. Pengairan 5 Kali 100.000,- 500.000,-
4. Panen 0,4 HKO 20.000,- 200.000,-
5. Sarana produksi habis pakai :
a. Benih
b. Pupuk :
- Urea
- SP-36
- KCl
c. Pestisida

10

200
150
100
1

Kg

Kg
Kg
Kg
Paket

10.000,-

1.300,-
1.800,-
1.800,-
100.000,-

100.000,-

260.000,-
270.000,-
180.000,-
100.000,-

Total biaya 3.708.000,-


N. LAMPIRAN
Lampiran 1 : Daftar Pustaka
http://anekaplanta.wordpress.com/2008/01/23/aspek-keuangan-budidaya-kedelai/

http://bengkulu.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=103&Itemid=43

http://id.wikipedia.org/wiki/Kedelai

http://one.indoskripsi.com/content/perbandingan-kualitas-moromi-kedelai-edamame-dan-moromi-kedelai-lokal-menggunakan-kultur-tunan/index.php?mnu=2&id=193

http://murasmanrahman.com/node/675

http://www.bi.go.id/web/id/DIBI/Info_Pengusaha/Kalkulasi_Biaya/Tanaman_Pangan/kedelai.htm

http://www.deptan.go.id/teknologi/tp/tkedele4.htm

http://www.majalahtrust.com/bisnis/peluang/416.php

http://www.situshijau.co.id/tulisan.php?act=detail&id=301&id_kolom=2


Lampiran 2 : Daftar riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana
1. Ketua pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhammad Hanaki
b. Alamat : Jl.Merak Curahdami RT 3/1
Bondowoso
c. NIM : A3207269
d. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
e. Waktu untuk kegiatanPMW : Oktober-Desember 2009

2. Anggota pelaksana
a. Nama Lengkap : Ferry Anggriawan
b. Alamat : Jl. R.Jantoro Jember
c. NIM : A3207153
d. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
e. Waktu untuk kegiatanPMW : Oktober-Desember 2009

3. Anggota pelaksana
a. Nama Lengkap : Mohammad.Rianto
b. Alamat : Jl.Kawaijen Sempol Bondowoso
c. NIM : A3207264
d. Program Studi/Jurusan : Produksi Tanaman Perkebunan /
Produksi Pertanian
e. Waktu untuk kegiatanPMW : Oktober-Desember 2009

Lampiran 3 : Gambaran Teknologi Yang Akan Diterapkan

Dalam budidaya kedelai edamame, prosedur teknis budidaya mengikuti POT (packet of tekhnologi) dari PT. Mitratani sebagai salah satu syarat dalam system kerjasama dengan perusahaan tersebut. Gambaran secara garis besar dapat dilihat dibawah ini :



















Lampiran 4
Analisa Usaha Tani
I. ANALISIS UNTUNG RUGI
a. Total Produksi : 1250 Kg
b. Harga Jual : Rp. 2.700,-
c. Total Pendapatan : Rp. 16.250.000,-
d. Total Biaya Produksi : Rp. 10.000.000,-
e. Keuntungan : Rp. 6.250.000,-

II. ANALISIS TITIK IMPAS (BEP)
a. BEP Produksi
= Total Biaya Usaha Tani
Harga Penjualan


= Rp. 10.000.000
Rp. 6.500


= 1.538 kg

Artinya titik impas atau BEP produksi akan didapat apabila dalam usaha tani budidaya kedelai edamame jumlah produksi yang dihasilkan sebanyak 1.538 kg polong kedelai.

b. BEP Harga Produksi
= Total Biaya Usaha Tani
Total Produksi


= Rp. 10.000.000
2.500


= Rp. 4.000,-
Artinya titik impas harga produksi akan didapat apabila dalam usaha budidaya kedelai edamame harga per kg polong kedelai sebesar Rp 4.000,-


III. ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI (B/C RATIO)

B/C RATIO = Pendapatan Usaha Tani
Biaya Usaha Tani


= Rp. 16.250.000
Rp. 10.000.000


= 1,625

Artinya dari setiap pengeluaran Rp. 1,- maka diperoleh keuntungan sebesar Rp 1,625




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar