Selasa, 20 April 2010

pmw budidaya tembakau kasturi

A. Judul Program : Peluang Usaha Tani Tembakau Kasturi
B. Latar Belakang
Tembakau memiliki peranan yang penting dalam perekonomian nasional baik dari aspek penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan Negara, pendapatan petani maupun sektor jasa lainnya. Tembakau dan industri hasil tembakau dalam perekonomian nasional mampu berperan menyediakan lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung bagi 6,4 juta orang, meliputi 2,3 juta petani tembakau, 1,9 juta petani cengkeh, 199.000 pekerja pabrik rokok, sekitar 1,15 juta pedagang eceran dan asongan, 900.000 orang yang bekerja pada sektor lembaga keuangan, percetakan dan transportasi (Rachman, 2003).
Untuk meningkatkan pendapatan petani tembakau sekaligus meningkatkan ekspor, pemerintah telah menganjurkan kepada petani tembakau untuk melaksanakan intensifikasi. Dalam pelaksanaan intensifikasi ini agar petani tembakau berhasil maka perlu diatur langkah-langkahnya. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan intensifikasi adalah masalah proteksi tanaman.
Pada tanaman tembakau, masalah proteksi sangat penting sekali. Hama dan penyakit cukup banyak dan perlu penanganan yang sungguh-sungguh. Dalam hal pengendalian hama sampai saat ini boleh dikatakan dapat diatasi, namun dalam hal penyakit, masih saja mengalami banyak kesulitan. Tidak jarang gagalnya produksi tembakau disebabkan oleh serangan penyakit, seperti yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan virus. Dalam menghadapi penyakit tembakau yang penting disini adalah bukan tindakan pemberantasan, namun tindakan pencegahan. Tindakan pemberantasan sampai saat ini hampir tidak pernah berhasil (Sudarmo, S. 1992).
Tanaman tembakau dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu tembaku Na Oogst dan Voor Oogst. Tembakau Na Oogst adalah tembakau yang ditanam pada akhir musim kemarau dan dipanen pada musim hujan, tembakau Voor Oogst adalah tembakau yang ditanam awal musi kemarau dan dipanen pada musim kemarau. Salah satu tembakau Voor ogst adalah tembakau besuki, tembakua jember atau lebih dikenal dengan tembakau kasturi.
Tembakau kasturi ini sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas dengan kata lain faktor kualitas sangat dominan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tembakau adalah terbebasnya tanaman dari serangan OPT baik pada saat pertanaman atau pada saat pasca panen. Biaya produksi untuk pembelian insektisida juga cukup besar, sehingga hal tersebut adalah salah satu faktor menaikkan biaya produksi pada usaha tani tembakau.

C. Rumusan Masalah
Di Indonesia, tembakao menjadi merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan baik oleh petani tradisonal maupun perusahaan atau persero. Indonesia merupakan slah satu negara penghasil tembakao terbesar di dunia. Tembakau indonesia mampu menembus pasaran dunia bahakan sampai di ekspor ke germany sebagai pembutan cerutu. Sentra produksi tembakao di indonesia tersebar diberbagai daerah mulai dari deli sumatra, jawa tengah, madura, besuki dan lombok.
Pemanfaatan utama tembakau adalah diambil daunnya. Olahan daun tembakau dapat sebagai bahan baku pembuatan rokok, pada umumnya tanaman tembakau memiliki kegunaan sbb
1. Bahan Baku pembuatan rokok
2. Pembuatan pestisida organik

D. Tujuan
1. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara Mahasiswa Politeknik Negeri Jember dengan pengusaha/pedagang tembakau
2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam berwirausaha dan dalam hal pemanfaatan peluang usaha yang ada;
3. Sebagai bekal ilmu pengetahuan, baik dalam hal teknis budidaya maupun dalam hal melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan.
4. Meningkatkan mutu dan produksi tanaman tembakau.


E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Budidaya tanaman tembakao akan memberikan peluang usaha bagi para Mahasiswa yang berminat untuk berusaha tani tanaman tembakao;
2. Kerjasama yang dilakukan diharapkan dapat memberikan hasil yang saling menguntungkan diantara kedua pihak;
3. Dengan adanya proyek ini, diharapkan Mahasiswa dapat meningkatkan potensi untuk menjadi wirausahawan yang mandiri, sehingga nantinya Mahasiswa mempunyai semangat untuk berwirausaha di kemudian hari.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman Mahasiswa dalam berwirausaha dan dalam hal pemanfaatan peluang usaha yang ada khususnya usaha tani tembakao voor oogst.

G. Gambaran Umum Rencana Usaha
Berdasar pengamatan dan hasil survei pasar dan kelayakan usaha pada kegiatan usaha tani budidaya tanaman tembakao voor oogst atau kasturi ini boleh dibilang cukup bagus, karena saat ini tanaman tembakao kasturi ini sangat laku dipasaran baik tanaman yang berkualitas atau mutu bagus hingga mutu yang terendah (krosokan). Konsumen utama tembakao adalah tengkulak dan pabrik rokok kretek. Jika dilihat perkembangan pabrik rokok kretek akhir akhir ini yang kian membludak dapat dipastikan kebutuhan akan tembakao juga akan meningkat pula. Dari sinilah kita dapat menyimpulkan bahwa peluang usaha tani tembakao voor oogst atau kasturi ini sangat bagus.




H. Metoda Pelaksanaan
Pelaksanaan proyek mahasiswa wirausaha ini dilakukan pada bulan april sampai dengan bulan agustus 2011. Tempat pelaksanaan di lahan Politeknik Negeri Jember dengan luas 2500 m2.

1. Pengolahan Lahan
1. Sebelum tanah diolah terlebih dahulu dibersikan dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang dekat dengan bedengan yang akan ditanami,
2. Pengolahan tanah menggunakan hand traktor dan dibiarkan ± 1 minggu agar mendapatkan penyinaran matahari secara langsung,
3. Pengolahan dilakukan sebanyak dua kali hingga terbentuk butiran tanah yang halus dan gembur sehingga perakaran mudah menembus tanah.
2. Penanaman dan Pemeliharaan
1. Jarak tanam dan arah barisan tanaman
a. Jarak tanam sangat menetukan kualitas daun tembakau kasturi yang dihasilkan daun yang tipis ( kurang berbodi, sedangkan jarak tanam yang jarang akan menghasilkan daun tembakau lebih berbodi, namun populasi tanaman berkurang).
b. Arah barisan tanaman sebaiknya timur barat, atau sejajar dengan miringnya tanah apabila ditanam dilahan perbukitan dengan barisan yang tunggal .
c. Jarak tanam yang digunalkan adalah 70 X 80 Cm.
2. Tanam dan Sulam.
Keseragaman tanaman merupakan kunci sukses pembentukan produksi dan kualitas tembakau kasturi.
Sulaman lebih penting dari pada menanam untuk membuat tanaman yang seragam pertumbuhannya. Selambat- lambatnya 3 hari setelah tanam, semua tanaman yang mati atau kurang sehat tersulam dengan lengkap.

3. Guludan dan Penyiangan Gulma
Pekerjaan guludan dimaksudkan untuk melonggarkan tanah yang sudah memadat kembali, membersihkan gulma serta merangsang pembentukan akar adventif.
a. Guludan juga dimaksudkan untuk mempersiapkan pemupukan susulan.
b. Guludan ke-1 dilakukan pada umur 12 hari sampai 15 hari setinggi 20 cm.
c. Guludan ke-2 dilakukan pada umur 18 hari sampai 22 hari dengan tinggi guludan 30cm
4. Penyiraman
a. Tanaman yang baru ditanam harus disiram setiap hari selama kurang dari 5 hari yaitu sebanyak 2 liter / tanaman. Untuk hari ke enam 1liter / tanaman hingga umur 10 hari.
b. Perlakuan torapan (apabila tidak ada hujan) sebaiknya dilakukan setiap 7 hari sampai 8 hari sekali, tergantung jenis tanah dan cuaca.
c. Menjelang panen tanaman kasturi tidak memerlukan pengairan agar terbentuk daun dengan kualitas yang lebih tebal/berbodi.
d. Pemberian air yang berlebihan dapat menyebabkan daun tembakau muda muncul.
5. Pemupukan
Pemupukan dilakukukan dengan cara membenamkan pupuk kedalam tanah yaitu terlebih dahulu kita menugal sedalam 5 – 10 cm, jarak tugalan tidak boleh jauh atau terlaulu dekat melihat dari kanopi daun. Selanjutnya pupuk dimasukkan kedalam lubang dan ditutup kembali dengan tanah untuk menghindari kehilangan unsur hara akibat penguapan.
Peletakan pupuk jangan sampai mengena daun tanaman. Bila terkena segera siram dengan air pada daun tersebut. Lakukan penyiraman setelah pemupukan. Dosis pertanaman diberikan 5 gr/tanaman urea pada umur 15 hari dan 15 gram ZA/tanaman.

6. Toping dan Wiwil
Toping dilakukan apabila tanaman sudah tumbuh mosel (bunga yang masih kuncup), atau dilakukan pada saat daun ke -14 dan ke -16. penopingan dilakukan untuk mempertebal daun dan memperlebardaun karena konsentrasi pertumbuhan terpusat pada daunyang terpelihara. Ketika tumbuh tunas baru pada ketiak daun ( wiwilan ) maka tunas tersebut dibuang atau diwiwil, karena setelah penopingan ini akan merangsang pertumbuhan tunas sehingga diperlukan pengontrolan berkala untuk melihat pertumbuhan wiwilan pada batang pokok.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama danpenyakit dilakukan secara intesif sesuai tujuan pengendalian yaitu menekan adanya serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tembakao. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara peracunan yaitu setiap 7 hari sekali dimulai saat tanaman berumur 7 hari, sedangkan pencarian telur hama dapat dilakukan selang waktu 3 hari sekali setelah tanaman berumur 17 hari.
4. Panen
a. Kriteria petik
1. Umur tanaman berkisar 65 hari sampai 70 hari
2. Daun tembakau telah berwarna hijau kekuningan

b. Teknik petik
1. Pemanenan dilakukan dengan pemetikan, dilakukan saat embun mulai kering pada daun.
2. Sekali petik 2 lembar daun.
3. Panen berikutnya menunggu 4 – 5 meinggu berikutnya.



I. Jadwal Kegiatan

NO KEGIATAN APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS September
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN LAHAN
2 PERSIAPAN BIBIT
3 PENANAMAN
4 PENYULAMAN
5 PEMUPUKAN
pupuk kandang
Pupuk P
Pupuk N dan K
6 Pengairan
7 Penyiraman
8 Penyiangan
9 Pemangkasan
10 Perlindungan Tanaman
11 Panen
12 Pasca Panen
















J. Rencana Biaya
a. Prasarana Produksi
1. Sewa tanah 4 bulan Rp. 2000.000,-
2. Cangkul 4unit@ Rp. 40.000 Rp. 160.000,-
3. Koret 5 unit@10.000 Rp. 50.000,-
4. gembor 5 buah @ 15.000 Rp. 75.000,-
5. Tangki semprot 2 buah @ 200.000 Rp. 400.000,- +
TOTAl Rp. 2.685.000,-
b. Sarana Produksi
1. Bibit siap tanam 3699 + 10% sulaman = 4069 bibit@ Rp.100,- Rp. 406.900,-
2. Pupuk
i. Pupuk Kandang 40 Sak@Rp.4000,- Rp. 160.000,-
ii. Pupuk urea 300 Kg @ Rp 2000,- Rp. 600.000,-
iii. Pupuk Sp 36 100 Kg@ Rp3000,- Rp 300.000,-
iv. Pupuk Zk 100 kg@ Rp 2000 Rp 200.000,-
v. Pupuk daun kristalon 3 Kg@ 11.000,-Rp 33.000,-
vi. Vitablom 5 saset @ 20.000 Rp. 200.000,-
3. pestisida
Furadan 10Kg @ Rp 15000 Rp 150.000,-
Thiodan 2 Botol 500 ml Rp 90.000,-
Curacon Rp 64.000,-
Antracol ½ Kg @ 16.000 Rp 8.000,- +
Total Rp 2.211.900,-







c. Tenaga Kerja
a. pengolahan tanag traktor Rp 300.000,-
b. pemupukan 5 HKSP @ Rp 15.000 Rp 75.000,-
c. pemangkasan bunga 10 Hksp@ Rp 15.000 Rp 150.000,-
d. dangir/penyiangan 20 Hksp @ Rp 15.000 Rp 300.000,-
e. pemupukan susulan 20 Hksp@ Rp 15.000 Rp 300.000,-
f. wiwil 10 Hksp @ 20.000 Rp. 200.000,-
g. pengairan 20 Hksp @ Rp 15.000 Rp 300.000,-
h. panen 10 Hksp @ Rp 15.000 Rp 150.000,- +
TOTAL Rp.1.775.000,+
TOTAL KESELURUHAN BIAYA Rp. 6.671.900,-




















K. DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, bambang.1998. Tembakau Budi Daya dan Analisis Usaha Tani.Yogyakarta: Kanisius.

Budidaya tanaman Artikel budidaya ikan, tanaman dan jamur Diposkan oleh Tegar Abdullah pada Kamis, 21 Januari 2010
Diposkan oleh Abror Yudi Prabowo di 23:06:00 teknik pertanian: teknis budidaya agrokomplek


























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar