Rabu, 07 April 2010

pmw cabe rawit

A. Judul : PELUANG USAHA TANI BUDIDAYA CABE RAWIT

B. Latar Balakang Masalah
Cabe rawit merupakan jenis tanaman hortikultura (sayuran)yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan (bambang cahyono,2003), yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Dari hal tersebut lebih dikenal sebagai sayuran rempah atau bumbu dapur.
Produksi nasional cabe rata rata setiap tahunnya adalah 217.351 ton (Hendro, 2002). Oleh karena kebutuhan atau konsumsi yang semakin meningkat dan persebaran produksinya tidak merata sepanjang tahun di seluruh daerah, maka menyebabkan harga cabe tidak stabil dan tidak merata. Di suatu daerah harga cabe dapat mencapai harga yang sangat tinggi dan di daerah lain sangat murah. Stabilitas harga cabe di pasar sangat dirasa sulit, terutama bagi para petani. Misalnya pada hari hari besar (hari raya) dan pada saat tanam (paceklik), harga cabe melonjak sampai beberapa kali harga pada hari biasa. Tetapi sebalinya, pada hari hari panen harganya merosot jauh dibawah rata rata harga pasar.
Pada bulan oktober-desember dan februari-april harga cabe di beberapa kota besar pada umumnya meningkat. Hal ini sesuai dengan kenyataan, pada bulan bulan tersebut adalah musim hujan lebat. Sehingga tidak banyak orang bertanam cabe, akibatnya hasil panen (persediaan) cabe rendah (paceklik), sedangkan permintaan bertambah.

C. Rumusan Masalah
Indonesia merupakan pasar yang baik untuk usaha cabe rawit khususnya di daerah Jember. Cabai rawit memiliki peluang bisnis yang baik, wilayah pemasaran cabai rawit cukup banyak.Sekarang ini permintaan pasar terhadap cabe rawit terus meningkat karena cabe merupakan bahan pokok yang sering digunakan oleh masyarkat khususnya dalam pengolahan hasil pangan.




D. TUJUAN
1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam berwirausaha dan dalam hal pemanfaatan peluang usaha yang ada;
2. Sebagai bekal ilmu pengetahuan, baik dalam hal teknis budidaya maupun dalam hal melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Budidaya tanaman cabe akan memberikan peluang usaha bagi para Mahasiswa yang berminat untuk berusaha tani tanaman padi;
2. Dengan adanya proyek ini, diharapkan Mahasiswa dapat meningkatkan potensi untuk menjadi wirausahawan yang mandiri, sehingga nantinya Mahasiswa mempunyai semangat untuk berwirausaha di kemudian hari.

F. Manfaat
Dari hasil kegiatan ini diharapkan dapat menambah informasi dan pengalaman bagi pembaca dan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan serta berwirausaha. Dan juga sebagai proses belajar dalam berwirausaha mahasiswa.
Selain itu memberikan informasi mengenai teknik Budidaya dan pengolahan yang tepat dan memberikan pengalaman dalam bidang usaha ini. Sehingga masyrakat luas dan mahasiswa pada umumnya dapat bekerja sama untuk meningkatkan produksi cabe rawit di Indonesia

G. Gambaran Umum Rancangan Usaha
Program mahasiswa wirausaha ini akan diselenggarakan Di Jember tepatnya di wilayah lahan Politeknik Negeri Jember. selain mempunyai lahan yang strategis dekat dengan saluran air ini juga memudahkan kami dalam rangka pengontrolan.







H. METODE PELAKSANAAN
1. Tempat dan Waktu Kegiatan
Penanaman tanaman cabe rawit di lahan persawahan Politeknik Negeri Jember . Dan dilakukan pada bulan maret s/d mei 2011 karena pada saat bulan itu sangat baik buat budidaya tanaman cabe.

2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk membantu kegiatan ini adalah: Cangkul, sabit, tugal, knap sack spreyer, timba, kenca, pompa air (diesel), sak.
Bahan yang diperlukan adalah: Bibit cabe merah, pupuk urea, SP-36, NPK, Puradan 3G, insectisida, dan herbisida.

3. Metode Pelaksanaan Di Lahan
Program MAhasiswa Wirausaha (PMW) ini dilaksanakan pada lahan
2500 m2 dengan pengolahan lahan sebanyak 2 kali, menggunakan Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 – 70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag. Dengan 1 bibit tanaman perlubang tanaman . dan hasil produksi serta pemasaran dilakukan analisa usaha tani.

Program kegiatan wirausaha ini dilakukan di Kabupaten Jember. Lahan kegiatan ini ditempati melalui perijinan dari pihak upt Politeknik Negri Jember.. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan juli –oktober 2010. Buat bedengan dengan ukuran lebar 100 – 110 cm dengan ketinggian bedengan 50 – 60 cm dan lebar parit 50 – 60 cm . Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
Pupuk dasar yang diberikan adalah pupuk NPK grand S-15, 2 kg untuk 10 meter panjang bedengan atau 2 ton / hektar.
Tahap berikutnya adalah pemasangan mulsa plastic hitam perak yang berguna untuk menekan perkembangbiakan hama dan penyakit, pertumbuhan gulma, mengurangi penguapan, mencegah erosi tanah, mempertahankan struktur, suhu dan kelembaban tanah serta dapat mencegah terjadinya pencucian pupuk.

3.1 Pengolah Tanah
Lahan yang akan dipakai tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma dan akar bekas tanaman lama, agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit. Apabila lahan banyak ditumbuhi gulma, pembersihannya lebih baik menggunakan Herbisida Sistemik seperti Rambo 480AS dengan dosis 2 sampai 4 liter per Hektar.
Selanjutnya lahan dibajak dan digaru dengan hewan ternak maupun dengan bajak traktor. Pembajakan dan penggaruan bertujuan untuk menggemburkan, memperbaiki aerasi tanah dan untuk menghilangkan OPT yang bersembunyi di tanah.

3.2 Teknik Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 – 70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag.
Pembuatan lubang tanam sedalam 8 sampai 10 cm dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang pada mulsa yang berpedoman pada pola yang dipakai dan sesuai jarak tanam yang dianjurkan .
Pembuatan lubang pada mulsa dapat juga menggunakan system pemanasan dengan menggunakan kaleng dengan diameter kurang lebih 8 – 10 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara menugal tanah sedalam 8 – 10 cm.
Bibit cabe dipersemaian yang telah berumur 15 – 17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan fungisida dan insektisida 1 – 3 hari sebelum dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam
Seleksi dan pengelompokan bibit berdasarkan ukuran besar kecil dan kesehatanya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pada saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan media tidak pecah dan langsung dimasukkan pada lubang tanam. Kemudian lakukan pemasangan lanjaran atau ajir, dipasang di samping lubang tanam.




3.3 Pemeliharaan Tanaman
Setelah tanaman berumur 7 – 14 hst , tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan bibit yang masih ada di persemaian.
Jika pada lubang tanam tumbuh gulma, maka perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut . Pengendalian gulma perlu dilakukan pada gulma yang tumbuh di parit dengan menggunakan cangkul atau dengan herbisida Rambo 480AS. Pada saat aplikasi nozelnya perlu diberi sungkup agar semprotan herbisida tidak mengenai tanaman cabe.
Pewiwilan perlu dilakukan pada tunas yang tumbuh pada ketiak yang berada dibawah cabang utama dan bunga pertama yang muncul pada cabang utama. Pewiwilan ini dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal.
Pengikatan dilakukan saat tanaman umur 10 – 15 hst dengan mengikatkan batang yang berada dibawah cabang utama dengan tali plastic pada lanjaran atau ajir. Pada saat tanaman berumur 30 – 40 hst, ikat tanaman diatas cabang utama dan ikat juga pada saat pembesaran buah yaitu pada umur 50 -60 hst.
3.4 Pengairan
Pengairan dilakukan setiap 7 – 10 hari atau tergantung kondisi lahan dengan cara menggenangi atau leb. Pada waktu pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman.
3.5 Pemupukan Susulan
Untuk memacu pertumbuhan tanaman, dianjurkan untuk melakukan pengocoran mulai umur 7 sampai 60 hst dengan NPK Grand S-15 konsentrasi 7 gram per liter sebanyak 250 cc pertanaman dengan interval 7 hari . Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 gram per liter. Pada saat tanaman berumur 30 hst, pemupukan susulan pertama dilakukan dengan memberikan campuran pupuk NPK Grand S-15 150 kg/Ha dan Urea 40 Kg/Ha. Pemupukan dilakukan dengan cara melubangai mulsa dan menugal pada sisi tanaman dengan jarak 15 cm.
Selain tanaman dikocor, dianjurkan juga disemprot dengan pupuk daun Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2 – 5 gram / liter air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7 – 15 hari.
Pupuk susulan kedua dilakukan saat tanaman berumur 40 hst dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 300 kg / Ha.
Pada saat tanaman berumur 50 hst, pupuk susulan ke tiga dilakukan dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 350 kg/Ha.
Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan untuk dilakukan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic . Konsentrasi untuk Fitomic adalah 1,5 – 2,5 cc / liter dengan interval pemberian 10 – 15 hari.
Pemupukan susulan ke empat dilakukan saat tanaman berumur 60 hst. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 200 Kg/Ha.
3.6 Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe
Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah :

• Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon
• Thrips
• Ulat grayak atau Spodoptera litura
• Lalat buah atau Dacus verugenius
• Aphids hijau /kutu daun
• Tungau / mite
• Nematode puru akar

3.7 Panen
Pada saat tanaman berumur 75 – 85 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabe siap dilakukan pemanenan pertama. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar.
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Buah cabe yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabe sehat. Pisahkan buah cabe yang rusak dari buah cabe yang sehat.
Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan.

3.8 Pasca Panen Cabe
Hasil panen yang telah dipisahkan antara cabe yang sehat dan yang rusak, selanjutnya dikumpulkan di tempat yang sejuk atau teduh sehingga cabe tetap segar .
Untuk mendapatkan harga yang lebih baik, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar eksport.
Setelah buah cabe dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabe dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan dengan memberikan ventilasi. Cabe siap didistribusikan ke konsumen yang membutuhkan cabe segar.
Dengan penerapan teknologi budidaya, penangganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih hibrida yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabe yang saat ini banyak dibutuhkan.
3.9 Pemasaran
Pemasaran cabe merah dilakukan secara langsung pada konsumen atau pada pengepul. Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar daerah kecamatan Ambulu jalur tata niaga cabe merah dari produsen ke konsumen adalah sebagai berikut:
















J. Rancangan biaya
NO Uraian SATUAN JUMLAH HARGA SATUAN TOTAL HARGA
1 Sewa tanah Ha 0.25 8000000 2000000
2 Bibit buah 6000 100 600.000
3 Tangki semprot buah 1 65.000 65000
4 cangkul buah 2 25.000 50000
5 sabit buah 5 3.000 15000
6 keranjang buah 2 5000 10000
7 kored buah 2 4000 8000
8 gembor buah 2 10.000 20000
9 Ember plastik buah 2 7000 14000
10 benih pak 2 12.000 24000
11 Pupuk kandang Ton 4 35.000 140000
12 urea kg 300 1500 450000
13 Vitablom saset 10 16000 160000
14 SP 36 KG 170 2000 510000
15 npk kg 100 7.000 700000
16 Furadan kg 10 15.000 150000
17 HKO Orang 40 15000 600000
18 Insektisida decis Paket 2 75000 150000
19 Fungisida antracol paket 2 75000 150.000
20 Pengolahan tanah traktor ha 0.25 1200000 300.000
21 Pengolahan tanah cangkul Hko 5 15000 75000
22 Karung buah 5 5000 25000
TOTAL BIAYA Rp 6.216.000,-













J. Daftar pustaka

- Adhi,santika.1995. Agribisnis cabai . Jakarta : penebar Swadaya
Cahyono, Bambang. 2003. Cabai Rawit . Yogyakarta : kanisius
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
http://id.wikipedia.org/wiki/Cabai_rawit"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar