Jumat, 26 Februari 2010

pestisida nabati atau organik

MACAM MACAM PESTISIDA NABATI DAN CARA PEMBUATANNYA BESERTA CARA APLIKASINYA
Jenis jenis hama dapat bergerak, terbang dan dapat berpindah pindah seperti hama belalang atau walang sangit, cukup sulit untuk ditanggulangi, dibandingkan dengan hama yang relative lambat pergerakannya seperti ulat. Akhir akhir ini sering dijumpai beberapa petani banyak yang mulai melakukan pembasmian hama hama tersebut dengan pestisida nabati atau organic, karena penggunaan pestisida kimiawi yang dianggap dapat mengurangi mutu hasil panen. Beberapa contoh pestisida nabati berikut dapat digunakan sebagai pengendalian hama belalang, walang sangit, wereng kutu, ulat, aphid dan thrips pada tanaman holtikultura dan tanaman lain
 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama secara umum (segala jenis hama)

Bahan pembuatan
• Daun mimmba (8 kg)
• Lengkuas / laos (6 kg)
• Serai (6 kg)
• Deterjen (20 kg)
• Air 20 liter
Cara membuatnya : daun mimba, serai dan lengkuas/laos dihaluskan atau dapat menggunakan blender. Setelah halus seluruh bahan diaduk merata dengan 20 liter air lalu dilakukan perendaman selama kurang lebeh 24 jam. Setelah direndam dilakukan penyaringan atau dapat menggunakan kain lalu diperas.
Cara aplikasi : Air hasil penyaringan tadi dicampurkan kedalam 60 liter air, pengaplikasian dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan tersebut pada tanaman yang akan dilakukan pencegahan atau dilindungi







 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama wereng
Bahan pembuatan
• Daun sirsak (nongko londo) 20 lembar
• Bawang putting 20 siung
• Deterjen 20 gram
• Air 20 liter
• Jeringau (1 rimpang)
Cara pembuatan : daun sirsak, jeringau dan bawang putih dihaluskan atau diblender. Keseluruhan yang telah dihaluskan dicampur dengan deterjen kemudian direndam kedalam 20 liter air selama kurang lebih 2 hari. Setelah direndam selama 2 hari bahan disaring dan diambil airnya.
Cara aplikasi: setiap 1liter air hasil penyaringan dapat dilarutkan dengan 10 liter air dan pengplikasian dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan pada tanaman yang terserang hama wereng. Pengplikasian dilakukan mulai dari pangkal sampai ujung tanaman.

 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama thrips pada cabai
Bahan pembuatan
• Daun sirsak (nongko londo) 70-80 lembar
• Deterjen 15 gram
• Air 5 liter
Cara pembuatan: daun sirsak dihaluskan atau diblender. Kemudian dicampur dengan 5liter air yang telah diampur dengan deterjen dan diendapkan selama 24 jam. Setelah dilakukan perendaman selama kurang lebih 24jam rendaman tadi dilakukan penyaringan dengan kain halus dan diperas sampai keluar airnya (diambil airnya dan dibuang ampasnya).
Cara pengaplikasian: setiap 1liter air hasil perasan dapat dicampur dengan 10liter air, pengaplikasian dapan dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan pestisida ini pada seluruh bagian tanaman khusunya pada bagian yang terserang.




 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama belalang dan ulat
Bahan pembuatan
• Daun sirsak atau nongko londo 50-50 lembar
• Daun tembakau (yang sudah dirajang) 1 genggam/ 100 gram
• Deterjen 20 gram
• Air 20 liter
Cara pembuatan: daun sirsak dan daun tembakau dihaluskan. Kemudian dicampur dengan deterjen dan diaduk kedalam 20 liter air lalu direndam selama kurang lebih 24jam. Setelah itu disaring dan diambil airnya.
Cara aplikasi: seluruh air hasil perasan atau saringan tadi dilarutkan kedalam 50 liter air, dan disemprotkan pada tanaman yang tersserang atau langsung pada hama yang menyerang tanaman.
 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama wereng, pengerek batang dan nematode
Bahan pembuatan
• Biji mimba 50gram
• Alcohol 10cc
• Air 1liter
Cara pembuatan: biji mimba dihaluskan dan diaduk dengan 10cc alcohol lalu diencerkan dengan 1liter air. Kemudian dilakukan perendaman selama 1malam.
Cara aplikasi: pengaplikasian dapat dilakukan dengan menyemprotkan cairan pada tanaman yang tersereang hama atau dapat juga langsung disemprotkan pada hamanya. Kurang lebih 2-3 hari kemudian hama akan mati.








 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama pada bawang merah
Ada beberapa ramuan pestisida nabati yang dapat mengendalikan hama pada bawang merah diantaranya:
Racikan 1
Bahan
• Daun mimba 1kg
• Deterjen 25gram
• Umbi gadung (gadung masih beracun) 4 kg
• Air 20liter
Cara pembuatan: daun mimba dan umbi gadung (gadung beracun) dihaluskan. Setelah itu diaduk kedalam 20 liter air yang telah dicampur dengan deterjen. Setelah itu dilakukan pengendapan selama semalam. Setelah diendapkan ramuan disaring atau diperas dengan kain halus dan diambil airnya.
Cara aplikasi: cairan hasil penyaringan langsung disemprotkan pada tanaman yang terserang.
Racikan 2
Bahan
• Daun tembakau 200 kg
Cara pembuatan: limbah daun tembakau dihaluskan atau dihaluskan dengan mesin.
Cara aplikasi: daun tembakau yang telah dihaluskan ditaburkan pada saat pemupukan sebanyak 200kg per Ha.
 Pestisida nabati untuk mengendalikan hama Moluska
Bahan
• Akar tuba 10 gram
• Daun sembung 20 gram
• Deterjen 1gram
• Air 1 liter
Cara pembuatan: akar tuba dan daun sembung dihaluskan dan diaduk merata kedalam 1liter air. Tambahkan 1gram deterjen. Larutan drendam selama 1 malam. Kemudian dilakukan penyaringan atau disaring dengan kain halus dan diperas diambil cairannya.
Cara pengaplikasian: semprotkan cairan hasil rendaman yang telah disaring pada lahan yang terdapat keong mas/bekicot.
 Rodentisida Nabati (Pestisida Nabati Pengendali Tikus)
Bahan
• Umbi gadung yang masih beracun 1Kg
• Dedak (dedek) 10kg
• Tepung ikan 100 gram
• Kemiri 3-5 butir atau secukupnya
• Air secukupnya
Cara pembuatan: umbi gadung dihaluskan. Semua bahan dicampur diaduk merata dan di cetak dalam bentuk pellet yang kering.
Aplikasi: pellet pellet yang telah mongering ditebarkan pada sarang tikus agar dimakan.

PESTISIDA NABATI SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT
 Peatisida Nabati Sebagai Pengendali Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur, Bakteri Dan Nematoda
Racikan 1
Bahan
• Daun tembakau (limbah atau sisa) 200kg
Cara pembuatan: limbah daun tembakau dihaluskan atau dihaluskan dengan mesin.
Cara aplikasi: benamkan 200kg daun tembakau yang telah halus setiap 1 Ha lahan, benamkan disekitar tanaman atau benamkan pada saat pemupukan atau bersama dengan pupuk.
Racikan 2
Bahan
• Biji mimba 20gram
• Daun mimba 50gram
• Deterjen 1cc
• Air 1liter
Cara pembuatan: haluskan biji dan daun mimba. Setelah halus campurkan dengan 1liter air kemudian tambahkan 1cc deterjen cair. Larutan direndam selama 24jam kemudian dilakukan penyaringan atau diperas dengan kain halus.
Cara aplikasi: semprotkan cairan pada tanaman yang terserang penyakit. Ampas hasil saringan dari daun dan biji mimba dapat dijadikan pupuk organic pada tanaman.

 Peatisida Nabati Sebagai Pengendali Jamur Fusarium Oxysporum Penyakit Penyebab Busuk Batang (Pada Tanaman Vanili)
Bahan
• Daun cengkeh 50 -100 gram
Cara pembuatan: daun cengkih dihaluskan sampai menjadi tepung
Aplikasi: taburkan atau benamkan serbuk atu tepung daun cengkih kedalam tanah disekitar tanaman vanili sebanyak 50 -100 gram per tanaman.

 Peatisida Nabati Sebagai Pengendali Hama Pada tanaman (ulat, manyang, lalat dll)
Bahan
• Daun tembakau yang sudah dirajang 500gram
• Daun papaya 1lembar
• Serai 50gram
• Kapur barus 5 butir
• Air 2liter
Cara pembuatan: tumbuk halus daun tembakau, daun papaya, serai dan kapur barus. Kemudian aduk merata kedalam 2liter air. Kemudian lakukan perendaman selam 2-3 hari. Dan dilakukan penyaringan atau diperas dengan kain halus dan diambil cairannya
Cara aplikasi: setiap 100 ml cairan hasil perendaman tadi dapat dicampur dengan 1liter air. Pengaplikasian dilakukan dengan cara menyemprotkan pada seluruh tanaman atau bagian tanaman yang terserang atau langsung pada hamanya.








*sumber: Buku Pestisida nabati ramuan dan aplikasi karya Ir. Agus Kardinan, M.Sc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar