Jumat, 26 Februari 2010

DESKRIPSI NEMATODA HOPLOLAIMUS

TUGAS
DESKRIPSI NEMATODA HOPLOLAIMUS







Disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman



Oleh:
Eko Purnomo
NIM: A3208165





PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2009









PENDAHULUAN


Hoplolaimus merupakan marga yang termasuk kedalam salah satu diantara kelompok nematoda yang mempunyai stilet dan kerangka kepala yang kuat, dengan demikian nematode ini mampu menerobos sel-sel jaringan tumbuhan. Marga Hoplolaimus termasuk kedalam suku Hoplolaimidae, dengan ciri kepala tinggi, membulat konoid atau Lebar membulat. Kedua jenis kelamin aktif, dengan bentuk memanjang.
Kerangka kepala berkembang dengan baik. Stiletnya tebal dengan basal knop tampak jelas. Kelenjar esofagus tumpang-tindih dengan usus. Anulus pada kutikula mudah dilihat, mempunyai satu atau dua ovarium. Ekor betina pendek, biasanya kurang dari dua kali lebar tubuh pada anal. Sayap ekor meluas mencapai ujung ekor.


















DESKRIPSI

A. Klasifikasi
Bangsa : Tylenchida
Anak Bangsa : Tylenchina
Induk Suku : Tylenchoidea
Suku : Hoplolaimidae
Anak Suku : Hoploliminae
Marga : Hoplolaimus
Jenis/Spesies :Hoplolaimus colombus, Hoplolaimus indicus, Hoplolaimus pararobustus, Hoplolaimus seinhorsti, Hoplolaimus aegypti, Hoplolaimus dimorphicus, Hoplolaimus galeatus ,dll.

B. Morfologi
Nematoda ini panjangnya sedang (1-2 mm), apabila mati karena perlakuan panas, maka tubuhnya sedikit melengkung pada bagian ventral. Bagian kepalanya tinggi, berlekuk, tumpul dan mengalami sklerotinisasi yang padat. Anula bibir basal terbagi menjadi segiempat kecil-kecil. Stiletnya kuat, panjangnya 40-50 ┬Ám, dengan basal knob yang tumbuhnya sempurna dan ujungnya meruncing seperti gigi. Esofagusnya tumbuh sempurna dan lobus kelenjarnya menjorok ke daerah usus pada dorsal, mengandung 3 atau 6 inti.
Pada kebanyakan jenis, jenis kelaminnya terpisah. Yang jantan sama besar dengan yang betina kecuali sifat kelamin yang sekunder.
a. Nematoda betina, vulvanya terletak pada bagian tengah, alat genitalnya terdiri atas dua saluran yang terletak berlawanan. Ekornya pedek, tumpul dan membulat. Fasmidnya membesar membentuk skutelle, satu berada diatas anus dan vulva, dan yang lain terletak di depan vulva.
b. Nematoda jantan, ekornya pendek, spikulanya timbul sempurna dan melengkung. Bursanya berkembang mencapai ujung ekor. Skutellanya berada pada posisi yang relatif sama dengan posisi skutelle pada nematode betina.

C. Biologi
Kebanyakan anggota marga Hoplolaimus berupa nematoda yang bersifat ektoparasitik pada tumbuhan, kadang-kadang menerobos masuk ke dalam akar inangnya.

D. Tanaman Inang
Jenis dari marga Hoplolaimus mempunyai tanaman inangyang sangat luas kisarannya, termasuk rumput-rumputan, serealia, kedelai, jagung, kapas, tebu, dan pohon-pohonan.

E. Patologi
Sel-sel korteks akan rusak selama nematode memakan sel-sel tersebut dan luka nekrotik akan semakin meluas, termasuk sel-sel yang terletak agak jauh dari nematode. Secara individual nematode masuk ke dalam akar dan dapat melintasi endodermis untuk mencapai silinder pusat dan merusak floem dan xilem.

F. Interaksi dengan Patogen Lain
Fusarium moniliforme, berasosiasi dengan H. indicus pada tanaman jagung, menyebabkan kelayuan apabila terdapat nematoda di dalam tanah dan tidak menyebabkan kelayuan apabila nematoda tidak terdapat. H. seinhorsti berasosiasi dengan F. oxysporum pada tanaman kapas dan H. galeatus dengan jamur yang sama pada persik. Luka yang ditimbulkan oleh nematode tersebut mungkin merupakan jalan masuk dan substrat yang baik untuk kebanyakan jasad patogen.

G. Pengendalian
Nematisida aktif untuk mengendalikan populasi Hoplolaimus pada padang rumput. Pencelupan ke dalam campuran nematisida untuk melakukan sanitasi ranting-ranting grintingan sebelum tanam. Mamberokan tanah selama 3 bulan juga efektif seperti yang dilakukan di India. Walaupun demikian H. columbus tetap dapat hidup di tempat penyimpanan dalam tanah kering selama 5 tahun.

H. Gambar-Gambar

Gambar 1 Gambar 2










Gambar 3: Gambar 4











Ket: Gambar 1: Hoplolaimus
Gambar 2: Penampang melintang tubuh Hoplolaimus
Gambar 3: Tubuh Hoplolaimus
Gambar 4: Kepala Hoplolaimus

Gambar 5: Anatomi Tubuh Hoplolaimus
















Gambar 6: Anatomi Tubuh Hoplolaimus













DAFTAR PUSTAKA

Boerma, H. R. dan Hussey, R. S. 1984. Tolerance to Heterodera Glycines in Soybean. J. Nematol. 16:189-196.

Dropkin, V. H. 1992. Pengantar Nematologi Tumbuhan edisi kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Luc, M, R.A. Sikara, dan J. Bridge. 1995. Nematoda Parasitik Tumbuhan di Pertanian Subtropik dan Tropik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

























TUGAS
NEMATODA HELICOTYLENCHUS






Disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman



Oleh:
Febri Prayuda
NIM: A3208190





PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar