Jumat, 26 Februari 2010

makalah entres kopi

MAKALAH
tentang
Kebun Enres Kopi Robusta












Disusun Oleh:

Deni istika ningrum (A3208126)
Dodik winarso (A32081 )
Eko Purnomo (A3208165)
Fahmi haqi jayanto (A32081 )




DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2009







PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan makalah yang berjudul “ kebun entres kopi robusta” dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini, antara lain:
1. Ir. Usken Fisdiana selaku dosen pembimbing mata kuliah budidaya tanaman kopi
2. Ir. Ujang Setyoko, MP selaku dosen mata kuliah budidaya tanaman kopi
3. Serta pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga apa yang telah penulis tuliskan dalam makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan sekaligus dapat dijadikan referensi belajar pembaca.


Jember, Oktober 2009

Penulis















DAFTAR ISI


Halaman judul……………………………………………………………………...i
Prakata……………………………………………………………….…………….ii
Daftar isi………………………………………………………………………….iii
Bab I. Pendahuluan………………………………………………………………..1
Bab II. Pembahasan……………………………………………………………….2
2.1 Pengertian entres………………………………………………………………2
2.2 Cara Pembuatan Kebun Entres Kopi Robusta………………………………...2
2.3 Manfaat Kebun Entres Kopi Robusta………………………………………...2
2.4 Pengelolaan Kebun Entres Kopi Robusta……………………………………..3
Bab III. Kesimpulan……………………………………………………………….4
Bab IV. Penutup…………………………………………………………………..5
Daftar Pustaka……………………………………………………………………..6















BAB 1 PENDAHULUAN

Kopi adalah termasuk keluarga besar rubiaceae, kelurarga coffea. Ada bermacam macam jenis tanaman kopi, namun dalam garis besarnya hanya ada tiga golongan, yakni :
a. golongan Arabica
b. golongan liberica
c. golongan robusta
Yang paling dulu diusahakan diindonesia adalah golongan Arabica, kemudian mnyusul golongan liberica, yang terakhir adalah golongan robusta. Sampai sekrang ini yang banyak diusahakan adalah golongan robusta dengan segala baster (Hybride-hybridenya).
Didalam penyelenggaraan tanaman kopi diperkebunan diperlukan pembibitan terlebih dahulu. Salah satu pembibitannya berasal dari pembiakan (vegetatif). Pembiakan vegetatif pada kopi, yang pernah dan sering dijalankan hanya dengan menyambung dan menyetek. Dari kedua kemungkinan tersebut yang dijalankan secara besar besaran adalah menyambung. Sedangkan menyetek belum begitu meluas. Teknik menyambung dilakukan dengan menyambung potongan batang bawah (understam) dengan potongan batang atas atau entres. Entres merupakan sambungan batang atas yang diambil dari tanaman lain. Pada umumnya batang entres diperoleh dari kebun sendiri dan dari balai penelitian. Apabila kita mengambil dari perkebunan sendiri kita meilih pohon yang tumbuhnya baik, produksinya banyak dan entres yng diambil adlah tunas airnya.








BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian entres
Entres merupakan potongan batang atas yang digunakan sebagai penyambung dalam teknik perbanyakan tanaman dengan menyambug. Entres yang digunakn untuk menyambung pada perbanyakan tanaman kopi robusta harus dipilih dari tanaman yang baik yaitu dipilih dari tanaman kopi robusta yang memiliki pertumbuhan baik, produktifitas tinggi. Entres yeng dgunakan untuk menyambung pad kopi robusta biasanya dapat diamblkan dari kebun sendiri ataupun dapat diambil dari balai penelitian.

2.2 Cara Pembuatan Kebun Entres Kopi Robusta
Pembuatan kebun enres kopi robusta sama dengan pembuatan perkebunan kopi robusta pada umumnya, akan tetapi dalam perkebuan kopi robusta ini hnya dipanen atau diambil batang entresnya saja sebagai perbanyakan klon kopi robusta. Cara pembuatnya juga memerlukan lahan yang cukup luas dan ditanam dengan jarak tanam sesuai kebutuhan. Umumnya entres itu dapat diperoleh dari kebun sendiri dan balai penelitian. Apabila mengambil dari kebun sendiri, usahakan pilih pohon yang pertumbuhanya baik, produktifitas tinggi, bahan yang diambil adalah tunas airnya (waterloot). Namun apabila entres dari kebun sendiri itu dilakukan, dan tidak ada jenis jenis yang dianggap unggul maka dapat menggunakan entres yang dipsan dari balai penelitian.

2.3 Manfaat Kebun Entres Kopi Robusta
Manfaat dibuat kebun entres kopi robusta adalah dapat melakukan persemaian batang entres kopi robusta dengan kualitas yang baik, sehingga tak perlu mengambil batang entres dari perkebunan lain apabila melakukan penyambungan. Dan akan dapat dimanfatkan seterusnya apabila proses penyambungan dilakukan terus menerus.

Permurniaan Entres dilakukan untuk menjamin keseragaman klon dari entres yang akan digunakan. Selain itu kebun entres juga dapat dijadikan ladang untuk meraup keuntungan apabila entres entres yang dihasilkan berkualitas dan laku untuk dijual. Dengan begitu pembuatan kebun entres juga memiliki manfaat yang banyak karena selain hanya digunakan untuk perbanyakan kebun kopi sendiri juga dapat dijual.

2.4 Pengelolaan Kebun Entres Kopi Robusta

Kebun entres dikelola sesuai dengan standart baku dalam pengelolaan kebun entres. Penanaman antar klon kopi robustacdalam petakan-petakan yang terpisah. Kebun entres dalam kondisi sehat, tidak terserang penyakit daun. Kebun entres bersih dari gulma. Kebun entres tidak terlindung/ternaung
Ketidakmurnian yang terjadi pada kebun entres akan terbawa pada penyebaran bahan tanam/benih yang dihasilkan. Apabila bahan tanam tersebut digunakan sebagai bahan tanam untuk kebun entres. Sebagai ilustrasi dari 1 batang kebun entres dalam waktu satu tahun akan menjadi 10 batang, dan demikian seterusnya. pengelolaan kebun Entres kopi robusta ini dilakukan untuk menjamin keseragaman klon dari entres yang akan digunakan.


Gambar : Kebun Entres Kopi Robusta

BAB III. KESIMPULAN

Kopi robusta merupakan jenis tanaman perkebunan ang saat ini banyak dikembangkan diindonesia. Didalam pengembangan tanaman kopi robusta diperkebunan diperlukan pembibitan terlebih dahulu. Salah satu pembibitannya berasal dari pembiakan (vegetatif). Pembiakan vegetatif pada kopi, yang pernah dan sering dijalankan hanya dengan menyambung dan menyetek. Namun dari dua cara tersebut yag pling banyak dilakukan adalah dengan cara meyambung. Menyambung yaitu teknik perbanyakan dengan cara menyambungkan batang bawah tanaman kopi robusta dengan batang atas atau entres, tujuannya adalah untuk meniptakan tanaman kopi robusta yang memiliki produktifitas tinggi.
Dalam teknik menyambung diperlukan batang atas atau enres yang memiliki kualaitas baik yaitu yang berproduktifitas tinggi. Batang entres dapat diambil dari perkebunan sendiri ataupun dari balai penelitian.
Entres yang diambil dari perkebunan sendiri biasanya berasal dari perkebunan yang sudah tua lalu dipotong serendah mungkin, tunas tunas itu ditinggalkan satu atau dua batang dan sampai waktu usia entres yang sudah cukup lalu dilkukan penyambungan. Pada sambungan yang sudah cukup besar akan tumbuh tunas tunas baru. Tunas tunas inilah yang dapat dijadikan entres dan dalam waktu yang singkat dapat diambil cukup banyak. Persemaian yang telah disambung ditinggalkan dengan jarak 1x1 meter. Bibit sambungan tersebut dipelihara sebaik baiknya dan dibiarkan dipersemaian.









BAB IV. PENUTUP

Puji syukur alkhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas terselesaikannya makalah ini tanpa ada halangan yang memberatkan kami. Untuk itu kami selaku penulis menyampaikan maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini, kami akan selalu menerima kritik dan saran yang membangun demi tercapainya kebaikan bersama.
Kami sangat berterimakasih kepada pihak pihak yang telah banyak membantu kami hingga terselesainya makalah ini. Kami berharap setelah kita membaca dan memahami makalah ini kita dapat mengambil hikmah yang terkandung sehingga dapat membawa kita semua kearah perubahan yang lebih baik. Demikian pula dengan ilmu pengetahuan kita baik yang bersifat pengalaman maupun umum,

Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin ……..amin ya robal alamin…..













DAFTAR PUSTAKA


Aksi Agraris Kanisius. 1974. Bercocok Tanam Kopi . Yogyakarta: Kanisisus.

Dirjen Perkebunan Departemen Pendidikan Pertanian. 1976. Pedoman Bercocok Tanam Kopi. Jakarta.

Muljana, A.1982. Bercocok Tanam Kopi. Semarang: Aneka Ilmu.

Sumber: Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar