Jumat, 26 Februari 2010

morfologi melati

Melati (Jasminum spp.)

Melati (Jasminum spp.) adalah suatu jenis tanaman merambat dengan bunga berbentuk seperti terompet dan harum. Dalam klasifikasi tumbuhan, melati dimasukkan dalam marga Jasminum, suku Oleaceae dan bangsa Oleales. Klasifikasi secara lengkap tanaman melati adalah sebagai belikut :

Klasifikasi
Divisi:Spermatophyta
Anak Divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Anak Kelas: Sympetalae
Bangsa: Oleales (Ligustrales)
Suku/famili: Oleaceae
Marga: Jasminum
Jenis: Jasminum spp.

Asal tanaman : India
Melati adalah tanaman perdu tahunan, tegak atau merambat. Tanaman ini dapat dipakai baik sebagai tanaman hias pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Tanaman melati bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah dan iklim adalah hampir sama untuk semua jenis melati. Tipe tanah yang dibutuhkan untuk budidaya melati secara komersial adalah remah, porous, tidak mudah tergenang dan mempunyai pH tanah 6-7, berpasir dan kaya akan bahan organik. Bunga melati akan tumbuh baik bila daerahnya panas, cukup kering dan terkena sinar matahari penuh (Pizzetti dan Cocker, 1968). Pada Lampiran 2 dapat diketahui iklim, daerah asal dan informasi penting lainnya dari spesies-spesies melati yang sudah dibudidayakan.
Nenek moyang melati berasal dari India (Chittenden. 1951 Gupta dan Chandra, 1957). Kemudian menyebar antara lain ke Malaysia, Filipina, Indocina dan Indonesia. Kepopuleran melati terus merambah ke seluruh penjuru dunia, di antaranya di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Amerika Latin, Benua Eropa dan Jazirah Arab.
Jumlah spesies dari marga Jasminum semula dilaporkan sebanyak 200 spesies (Pizetti dan Cocker, 1968), namun pada tahun 1988 telah dilaporkan sebanyak 300 spesies (Jones dan Gray, 1988) dan jumlah spesies yang telah dibudidayakan sebanyak 47 spesies.
Spesies-spesies yang telah dibudidayakan dari berbagai sumber pustaka disajikan pada Lampiran 1.
Di Indonesia menurut Heyne (1987) melati merupakan tanaman asli penghuni kepulauan Nusantara. Terbukti di daerah dikenal nama lokal untuk melati misalnya dinamakan Malate (Madura), Menuh (Bali), Menur, Mlati (Jawa), Manduru (Menado), Manyora (Timor), Selupan (Melayu), Mundu (Bima Sumbawa), Elung (Bugis), Melur (Batak Karo), Menlu Cina (Aceh) , Malati (Sunda), Bunga Moputi (Gorontalo), Bunga Baluru (Ujung Pandang), Saya Manuru (Ternate).

Tiga spesies yang mempunyai nilai industri untuk tujuan pembuatan parfum di India ialah J. sambac, J. Auriculatum dan J. grandiflorum (Gupta dan Chandra, 1957). Sedangkan di Indonesia 3 spesies melati yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan adalah J. sambac Maid of Orleans ( J. sambac Ait), J. sambac Grand Duke of Tuscany dan J. officina!e. J. sambac Maid of Orleans atau J. sambac Ait adalah spesies melati yang sangat populer dan telah dinobatkan sebagai “Puspa Bangsa” serta banyak digunakan pada berbagai macam kesempatan dan keanekaragaman manfaat terutama untuk pewangi teh dan rangkaian bunga. J. sambac Maid of Orleans/J. sambac Ait atau Arabian Jasmine. berasal dari India (Chittenden, 1956; Bailey, 1947; Pizzetti dan Cocker, 1968) atau dari kepulauan Asia dan Srilangka (Backer dan Bakhuizen, 1965). Selain Jasminum sambac, melati yang banyak dipakai sebagai pewangi teh adalah Jasminum officinale yang berasal cari kepulauan Asia (Backer dan Bakhuizen, 1965), Jawa (Backer dan Bakhuizen, 1965), India (Bailey, 1960), Iran (Pizzetti dan Cocker, 1968), Kaukasia sampai China (Everet, 1960), dan Himalaya (Chittenden, 1956). Sedangkan melati yang dapat dikembangkan sebagai bunga potong dan taman adalah Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany disebut Gardenia Jasmine (Craft, 1992), melati susun wangi dan melati Bangkok yang kemungkinan berasal dari Bangkok.

MORFOLOGI
Melati merupakan tanaman hias yang menjadi lambang pesona bunga Indonesia, berbunga putih mungil dengan aroma khas yang memberi kesan romantis. Mahkota bunga bervariasi dari tunggal hingga yang bersusun seperti bunga mawar kecil. Warna bunga umumnya putih, namun beberapa spesies ada yang berwarna kuning (J. bignoniaceum, J. fruticans, J. humile, J.humile revolutum, J. mesnyi, J. nudiflorum, J. primulinum), merah atau pink seperti J. besianum, Forest and Diels, maupun waktu kuncup pink atau merah muda, namun sesudah mekar berwarna putih seperti pada J. grandiflorum, Linn. Melati yang sudah banyak dikenal di Indonesia ada 3 jenis yang mempunyai potensi untuk dikembangkan yaitu J. sambac Maid of Orieans, J. sambac Grand Duke of Tuscany dan J. officinale. J. sambac Grand Duke of Tuscany. Seperti halnya Maid of Orleans namun mempunyai mahkota bunga yang bertumpuk, dengan sosok bunga yang besar, berwarna putih bersih dengan keharuman lebih tajam dibandingkan J. sambac Maid of Orleans. Daunnya berhadap­hadapan, umumnya lebih dari 2 daun dan berkisar 3 – 5 daun.
J. officinale, Linn (Melati Gambir). Disebut juga Poet’s jasmine, Free flowering jasmine, White, Sweet atau Common jasmine. Tanamannya tumbuh agak merambat berupa perdu, batangnya lemah dibandingkan J. sambac Maid of Orleans. Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil, bertekstur halus dan berwama hijau terang. Bunganya kecil memanjang dengan warna merah tua atau merah gambir pada waktu kuncup dan menjadi putih sesudah mekar. Bunganya dipetik untuk bahan pewangi teh.

LINGKUNGAN TUMBUH
Melati adalah tanaman perdu tahunan, tegak atau merambat. Tanaman ini dapat dipakai baik sebagai tanaman hias pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Tanaman melati bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah dan iklim adalah hampir sama untuk semua jenis melati. Tipe tanah yang dibutuhkan untuk budidaya melati secara komersial adalah remah, porous, tidak mudah tergenang dan mempunyai pH tanah 6-7, berpasir dan kaya akan bahan organik. Bunga melati akan tumbuh baik bila daerahnya panas, cukup kering dan terkena sinar matahari penuh (Pizzetti dan Cocker, 1968). Pada Lampiran 2 dapat diketahui iklim, daerah asal dan informasi penting lainnya dari spesies-spesies melati yang sudah dibudidayakan.
Jasminum sambac Maid of Orleans adalah jenis yang banyak dibudidayakan dan bernilai ekonomis tinggi, bila ditanam di daerah pantai yang panas akan menghasilkan bunga banyak sekali. Curah hujan yang diper1ukan rata-rata 5 – 6 bulan/tahun. Tanaman melati yang tumbuh sehat atau normal, maka pada umur 10-11 bulan bunganya sudah mulai dapat dipanen. Akan tetapi pada panen pertama hasil bunganya sedikit dan hasil bunga maksimal dicapai setelah tanaman berumur 15-18 bulan (Luqman, 1991). Melati membutuhkan pengairan sabelum dan selama periode berbunga dan panen dilakukan setiap pagi hari dipetik bunga yang masih kuncup. Spesies melati ini membutuhkan iklim tropis dan toleran terhadap curah hujan tinggi. Hujan pada musim panas menginduksi pembungaan pada tingkat kuantitas berbunga yang tinggi (Pizzeti dan Cocker, 1968).
Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany. Spesies ini cocok ditanam di dataran rendah dengan penyinaran matahari penuh dan suhu 27-320 C. Di dataran tinggi pertumbuhan dan bunganya kurang bagus. Tanah gembur, subur, kaya akan bahan organik diperlukan untuk spesies ini agar dapat tumbuh optimal. Penanaman melati dalam pot dapat menggunakan media organik dengan pemupukan yang intensif agar tanaman bisa berbunga terus menerus.
Jasminum officinale. Melati ini tumbuh baik pada tanah lempung berpasir atau daerah pantai hingga ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Bunga muncul terus menerus mulai bulan Mei sampai Oktober dengan periode pembungaan maksimum pada bulan Mei-Juni (Pizzeti dan Cocker, 1968).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar